Studi Kasus Daily Routine untuk Meningkatkan Aktivitas pada Penderita Depresi

Anak Agung Sagung Suari Dewi

Abstract


Gejala quarter life crisis jika dibiarkan dan tidak ditangani secara efektif, akan mengarahkan individu pada gangguan psikis yang lebih berat, salah satunya adalah depresi. Dalam penelitian ini, riwayat serupa peneliti temukan pada responden. Responden ini telah memperoleh diagnosis depresi hingga mengonsumsi obat-obatan dari psikiater. Teknik kognitif dan perilaku akan digunakan dalam penelitian ini untuk membantu responden yang merupakan seorang laki-laki yang berusia 23 tahun, dalam mengubah pikiran yang dianggap merusak diri. Setelah pola pikir yang merusak diri telah ditemukan, responden akan diminta untuk menguji validitas pikiran baru yang lebih positif, dengan menggunakan eksperimen perilaku.Setelah menjalani intervensi kognitif-perilaku dengan menerapkan teknik daily routine selama lebih kurang 3 bulan, diperoleh hasil bahwa R tidak terindikasi mengalami depresi kembali, ditunjukkan dengan semakin banyaknya kegiatan yang dilakukan di luar rumah, semakin banyaknya interaksi yang dilakukan dengan orang baru, dan R yang lebih mampu untuk mengungkapkan pendapatnya kepada orang lain. Teknik intervensi kognitif-perilaku dapat efektif untuk mengatasi masalah yang berakar dari distorsi kognitif, perilaku maladaptif, serta respon afektif yang kurang adekuat. Intervensi ini akan dimulai dengan metode restrukturisasi kognitif. Kemudian ditambahkan dengan terapi perilaku untuk mengurangi perilaku-perilaku maladaptif yang dimunculkan.

Keywords


Depresi; Daily Routine; Quarter Life Crisis; Intervensi Kognitif-Perilaku.

Full Text:

PDF

References


Adrian, K. (2024). Memahami Quarter Life Crisis dan Cara Menghadapinya. Jakarta: alodokter.com.

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders: Fifth edition. Washington: American Psychiatric Publishing.

Bucklew, J. (2011). Paradigms For Psychopatology: A Contribution To Case History Analysis. Chicago: J.B. Lippincott Company.

Grehenson, G. (2022, November 11). Berita Universitas Gadjah Mada. Diambil kembali dari Universitas Gadjah Mada: https://ugm.ac.id/id/berita/23161-tim-mahasiswa-ugm-teliti-fenomena-quarter-life-crisis-yang-melanda-anak-muda/

Hurlock, E. (2001). Psikologi Perkembangan; Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (edisi kelima). Jakarta: Penerbit Erlangga.

Karpika, I. P., & Segel, N. W. W. (2021). Quarter Life Crisis Terhadap Mahasiswa Studi Kasus Di Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pgri Mahadewa Indonesia. Widyadari: Jurnal Pendidikan, 22(2), 513-527.

Knaus, W.J. (2006). The cognitive behavioral workbook for depression: A step by step program. Oakland: New Harbinger Publications. Inc.

Maslim, R. (2013). Diagnosis gangguan jiwa, rujukan ringkas PPDGJ-III dan DSM-5. Jakarta: PT Nuh Jaya.

Palmer, S (Ed.). (2011). Konseling dan psikoterapi, terjemahan dari: Introduction to counselling and psychotherapy. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rupke, S. J., Blecke, D., & Renfrow, M. (2006). Cognitive therapy for depression. USA: American Family Physician.




DOI: https://doi.org/10.51849/j-p3k.v6i1.698

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


slot dana

slot