Penggunaan Intervensi Cognitive Behavioral Therapy untuk Menurunkan Gangguan Stres Pasca Trauma Wanita Dewasa

Ratih Ratnasari, Muhammah Arif Rizqi

Abstract


Gangguan pasca trauma ataupun F 43.10 adalah suatu sindrom kecemasan, labilitas autonomic, ketidak rentanan emosional dan kilas balik dar pengalaman yang sangat sedih setelah stress fisik maupun emosi yang melampai batas ketahanan orang biasa. Hettema dkk (2001) dan Davidson dkk (2018) menjelaskan bahwa trauma dapat mengaktivasi system noradrenergic, meningkatkan level norepinefrin sehingg membuat orang yang bersangkutan lebih mudah terkejut dan lebih cepat mengekspresikan emosi dibanding kondisi normal. Salah satu intervensi yang terbukti efektif menangani gangguan stress pasca trauma adalah terapi kognitif perilaku. Cognitive behavioral therapy (CBT) merupakan terapi yang menggabungkan terapi perilaku dan terapi kognitif Albert Ellis dan Aaron. T. Beck, kemudian kedua terapi tersebut dikembangkan oleh Meichenbaum & Mahoney (Oemarjoedi, 2003). Wilding dkk (2008) menjelaskan CBT adalah pendekatan berbasis kognitif yang dapat membantu individu yang memiliki permasalahan. Pada intervensi ini subjek yang memiliki gangguan pasca trauma diberikan intervensi CBT. Namun sebelum memberikan intervensi CBT, individu akan mendapatkan asesmen berupa tes kognitif, kepribadian dan inventori. Tes ini bertujuan untuk menegakan diagnose dari gangguan stress pasca trauma. Berdasarkan intervensi yang sudah dilakukan, menunjukkan bahwa intervensi CBT efektif untuk menurunkan gangguan stress pasca trauma.


Keywords


Gangguan Stress Pasca Trauma; Wanita; CBT

Full Text:

PDF

References


Brett McDermott1, Helen Berry2 and Vanessa Cobha. (2012). Social connectedness: A potential aetiological factor in the development of child post-traumatic stress disorder. Australian & New Zealand Journal of Psychiatry. Vol. 46(2) 109–117.

Direktorat jendral Pelayanan Medik. (1993). Pedoman penggolongan dan diagnosis gangguan jiwa di Indonesia III. PPDGJ-III. Cetakan pertama. Jakarta: Departemen kesehatan

DSM V-TR (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders IV Text Revision). Washington, DC: American Psychiantric Association Press

Greenberger, D. & Padesky, C. A. (1995). Mind over mood: Change how you feel by changing the way you think. New York: The Guilford Press.

Kring, A. M., Johnson, S.L., Davidson, G., & Neale, J. M., (2012). Abnormal Psychology Twelfth Edition. USA: Wiley

Oemarjoedi, A.K. (2003). Pendekatan Cognitive Behavior Dalam Psikoterapi. Jakarta : Penerbit Kreativ Media.

Rimayati, Elfi. 2019. Konseling trauma dengan CBT : pendekatan dalam mereduksi trauma masyarakat pasca bencana tsunasi di selat sunda. Indonesia journal of guidance and conseling: theory ad application: 8(1) (2019) 55-61. https://doi.org/10.15294/ijgcv8i128273

Simon dkk. (2019). Acceptability of cognitive behavioural therapy for post-traumatic stress disorder: a systematic review. Europea journal of psychotraumatology. DOI: 10.1080/20008198.2019.1646092

Suzanne L. Pineles, Sheeva M. Mostoufi and C. Beth Ready Amy E. Street, Michael G. Griffin, Patricia A. Resic.

(2011). Trauma Reactivity, Avoidant Coping, and PTSD Symptoms: A Moderating Relationship? Journal of Abnormal Psychology in the Public Domain, Vol. 120, No. 1, 240–246

Wahyuni, Hera. (2016). Faktor resiko gangguan stress pasca trauma pada anak korban

pelecahan seksual. Khazanah pendidikan. Jurnal ilmiah kependidikan, Vol. X, No. 1

september 2016

Widing & Milne (2008). Cognitive Behavioral Therapy. London: The MCGraw – Hill Companies




DOI: https://doi.org/10.51849/j-p3k.v4i3.240

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


slot dana

slot