Terapi Hidroponik sebagai Upaya Pencegahan Syndrome Baby Blues pada Ibu Hamil Muda

Alfina Sri Wahyuni, Syifa Ardha, Nur Gusti Megawati Almeidi Nasution

Abstract


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana terapi hidroponik mempengaruhi syndrome baby blues yang dialami oleh ibu hamil muda. Syndrome Baby blues atau yang sering disebut Postpartum blues adalah fase ketidakstabilan emosi, ditandai dengan perilaku menangis, mudah tersinggung, gelisah, kebingungan, dan gangguan tidur. Wanita yang memiliki gejala tersebut tetapi tidak memenuhi kriteria untuk depresi perinatal mungkin menderita baby blues. Penelitian ini menggunakan metode adalah literature review. Metode Literatur review digunakan untuk mengidentifikasi, mengkaji, mengevaluasi, dan menafsirkan semua penelitian yang tersedia dengan bidang topik fenomena yang menarik, dengan pertanyaan penelitian tertentu yang relevan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa kegiatan yang berhubungan dengan tanaman dapat meningkatkan keterampilan sosial dan menurunkan perilaku emosional, yang dimana keterampilan sosial mencakup tentang kepedulian terhadap sekitar. Sama halnya dengan merawat tanaman, merawat bayi juga memerlukan kepedulian dari seorang ibu. Kegiatan dengan tanaman juga dapat meningkatkan keterampilan sosial dan menurunkan perilaku emosional, yang dimana keterampilan sosial mencakup tentang kepedulian terhadap sekitar. Sama halnya dengan merawat tanaman, merawat bayi juga memerlukan kepedulian dari seorang ibu.

Keywords


Baby Blues; Hidroponik; Postpartum Blues; Terapi.

Full Text:

PDF

References


Dańko, K. Et Al. (2018) ‘Affective Disorders In Pregnancy And The Postpartum Period – From Statistics To Treatment. A Synchronic Approach.’, Current Problems Of Psychiatry, 19(4), Pp. 260–266. Doi: 10.2478/Cpp-2018-0020.

Fatmawati, D. A. (2015) ‘Faktor Risiko Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Postpartum Blues’, 5(2), P. 14.

Fitriana, L. A. & Nurbaeti, S. (2016) ‘Gambaran Kejadian Postpartum Blues Pada Ibu Nifas Berdasarkan Karakteristik Di Rumah Sakit Umum Tingkat Iv Sariningsih Kota Bandung’, P. 8.

Joy, Y. S., Lee, A.-Y. & Park, S.-A. (2020) ‘A Horticultural Therapy Program Focused On Succulent Cultivation For The Vocational Rehabilitation Training Of Individuals With Intellectual Disabilities’, International Journal Of Environmental Research And Public Health, 17(4), P. 1303. Doi: 10.3390/Ijerph17041303.

Machmudah (2015) ‘Gangguan Psikologis Pada Ibu Postpartum; Postpartum Blues’, 3, Pp. 118–125.

Maghfiroh, L., Lianah, L. & Hidayatullah, A. F. (2019) ‘Pengaruh Penggunaan Teknologi Hidroponik Terhadap Minat Bercocok Tanam Siswa’, Al-Hayat: Journal Of Biology And Applied Biology, 1(2), P. 99. Doi: 10.21580/Ah.V1i2.3762.

Masduki, A. (2018) ‘Hidroponik Sebagai Sarana Pemanfaatan Lahan Sempit Di Dusun Randubelang, Bangunharjo, Sewon, Bantul’, Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), P. 185. Doi: 10.12928/Jp.V1i2.317.

M’baïlara, K. Et Al. (2005) ‘Le Baby Blues : Caractérisation Clinique Et Influence De Variables Psycho-Sociales’, L’encéphale, 31(3), Pp. 331–336. Doi: 10.1016/S0013-7006(05)82398-X.

Ningrum, S. P. (2017) ‘Faktor-Faktor Psikologis Yang Mempengaruhi Postpartum Blues’, Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi, 4(2), Pp. 205–218. Doi: 10.15575/Psy.V4i2.1589.

Okoli, C. & Schabram, K. (2010) ‘A Guide To Conducting A Systematic Literature Review Of Information Systems Research’, Ssrn Electronic Journal. Doi: 10.2139/Ssrn.1954824.

Park, S.-A. Et Al. (2017) ‘Comparison Of Physiological And Psychological Relaxation Using Measurements Of Heart Rate Variability, Prefrontal Cortex Activity, And Subjective Indexes After Completing Tasks With And Without Foliage Plants’, International Journal Of Environmental Research And Public Health, 14(9), P. 1087. Doi: 10.3390/Ijerph14091087.

Pramukanto, Q. (2008) ‘Taman Terapi Hortikular’, Eksterior, Pp. 28–29.

Pratiwi, K., Chasanah, I. N. & Martuti, S. (2017) ‘Postpartum Blues Pada Persalinan Dibawah Usia Dua Puluh Tahun’, Jurnal Psikologi Undip, 15(2), P. 117. Doi: 10.14710/Jpu.15.2.117-123.

Restyana, C. I. & Adiesti, F. (2014) ‘Kejadian Baby Blues Pada Ibu Primipara Di Rsud Bangil Pasuruan’, 6(2), P. 11.

Saidah, H. (2020) ‘Hubungan Antara Tingkat Kecemasan Emosional Ibu Post Partum Dengan Kejadian Post Partum Blues Di Kelurahan Sukorame Wilayah Kerja Puskesmas Sukorame Kediri Tahun 2018’, Jurnal Ilmu Kesehatan Makia, 7(1). Doi: 10.37413/Jmakia.V7i1.39.

Scrandis, D. A. Et Al. (2007) ‘Depression After Delivery: Risk Factors, Diagnostic And Therapeutic Considerations’, The Scientific World Journal, 7, Pp. 1670–1680. Doi: 10.1100/Tsw.2007.207.

Seyfried, L. S. & Marcus, S. M. (2003) ‘Postpartum Mood Disorders’, International Review Of Psychiatry, 15(3), Pp. 231–242. Doi: 10.1080/0954026031000136857.

Suryani, I., Purba, T. J. & Yanti, M. D. (2019) ‘Faktor Psikologis Dan Psikososial Yang Mempengaruhi Post Partum Blues Di Ruang Nifas Hibrida Rsu Sembiring’, 2(1), P. 7.

Suryati, S. (2008) ‘The Baby Blues And Postnatal Depression’, Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 2(2), P. 191. Doi: 10.24893/Jkma.2.2.191-193.2008.

Tallei, T. E., Rumengan, I. F. M. & Adam, A. A. (2017) Hidroponik Untuk Pemula. Manado: Lppm Unsrat (1).

Triandini, E. Et Al. (2019) ‘Metode Systematic Literature Review Untuk Identifikasi Platform Dan Metode Pengembangan Sistem Informasi Di Indonesia’, Indonesian Journal Of Information Systems, 1(2), P. 63. Doi: 10.24002/Ijis.V1i2.1916.

Widyaningtyas, M. D. (2019) ‘Pengalaman Komunikasi Ibu Dengan Baby Blues Syndrome Dalam Paradigma Naratif’, Jurnal Manajemen Komunikasi, 3(2), P. 202. Doi: 10.24198/Jmk.V3i2.20504.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.